Dari 3nd floor East Mall of Grand Indonesia, dengan view Bundaran HI di kejauhan, diantara beragam manusia yang berseliweran diantara beratus beribu2 buku yang beberapa diantaranya menjadi rebutan hingga beberapa hari ke depan sebab potongan harga yang cukup lumayan, aku berhasil meloloskan diri dan tiba di relaxing corner … mencoba mengamati tingkah polah orang2. Ada anak yang membawa setumpuk komik dengan senangnya, ada balita yang sudah merajuk kecapaian namun dibujuk oleh ibunya yang ternyata masih berhasrat untuk meraup berbagai buku ke dalam shopping bag-nya, ada anak yang mengkerut dipelototi ibunya karena begitu sulit memilih diantara 4 buku yang sepertinya semuanya dia inginkan, ada anak yang di ujung antrian di kasir membawa sekitar 10an buku impor hard cover yang bisa kutebak nanti harganya bisa mencapai 7 digit – tapi tenang saja sebab di pojok sana ayahnya sudah siap dan mengeluarkan credit card (ayahnya, bukan ibunya) – dan berbagai bagai kegiatan, dan transaksi (psst…di meja sebelahku sedang ada transaksi dengan bayaran segepok lembaran 100 dolar, entah transaksi apa itu namun aku cukup meliriknya sekilas saja).
Dari tanggal di struk belanjaku, aku jadi teringat ini hari apa. Maka dari sofa sudut yang soft and pleasant ini, aku ingin menitip kata, buat mamanya Rijal dan Eki, mamanya Cece dan Uyun, mamanya Utyk, ibunya Ila dan Chaki, mamanya Ismi dan Rafi, mamanya Gina, mama Sarti, mamanya Daffa dan Nayla, mamanya Alya dan Fahmi, mamanya Maura, mamanya Ulfa dan Zahra, bundanya Raka dan Andira, mamanya Arik, bundanya Fara dan Fira, maminya Dilfa, mamanya Ai’, mamanya Arya, mamanya Adhif, ibunya Zaza dan Zizi, mamanya Arqam, mamanya Nadheef, mamanya Putri dan Putra, mamanya Nahdah, mamanya Fauza, mamanya Keiza, mamanya Utar dan Arul, mamanya Manda, mamanya Fitri, mamanya Maya dan Ismi,mamanya Santi, mamanya Ulfa, mamanya Irzan, mamanya Yasmin dan Edwina, mamanya Faiq, mamanya Nafis dan Nabil, mamanya Alifa, … (jadi pusing juga mikirin nama anak2..)
Mamanya Awal, mamanya Irna, bundanya Divy, mamanya Zul, ibunya Alif, mamanya Fara dan Fauziah, ibunya Aisha dan Adnan, mamanya Juna, mamanya Idham, mamanya Aya, mamanya Reifan, mamanya Loi, mamanya Reza dan Uli, mamanya Sapril dan Riri, mamanya Uke, mamanya Andi dan Nida, (pff… would you mention an amount of kids in 5 minutes?), dan tentu saja … for my loving mother …
Buat ibu2 yang tak sempat membeli buku hari ini, untuk ibu2 dari anak2 “mahal”, untuk berbagai ibu, bunda, mama, mommy, ummi, mbok, di segenap penjuru mata angin, just wanna say
“Happy mother’s day, mom ..!!!”
(klo nulisnya beda dengan tahun lalu, sebab lingkungan pengamatannya juga sekarang sangat beda hehe..)
Setelah hampir setahun menunggu, akhirnya si dia datang juga… dan pertama kalinya dalam sejarah, entah karena saking kebeletnya atau karena memang tujuan hanya satu, aku di dalam toko buku mungkin hanya sekitar 1 menit..!! memang sih tokonya juga rada sepi jadi gak ada antrian di kasir, bukan jam beli buku barangkali, dan bukan tanggal tuk beli buku kata si tuan Palembang (yang memohon2 agar tak ku tulis namanya disini, bukan tuk konsumsi public katanya..). so daku nyelonong saja masuk, ambil satu dari tumpukan yang memang ‘eye-catching’, langsung ke kasir. Setelah membayar baru aku nyadar, kok harga di struk tak sama dengan yang di stiker? Lagi diskon ternyata … syukur deh, lumayan bisa hemat 16 rb lho.. (padahal yang di toko buku raksasa di seberang jalan itu, yang karena penasaran tadi ku-mampir-i gak ada tulisan diskonnya, wah.. jangan2 disini salah ya, kok buku baru ada diskon???!!!)
Maka jadilah ia satu2nya target of pandangan mata, sejak dinner nunggu pesanan datang, di angkot yang ternyata ngetem cukup lama namun tak kusadari meski hanya berpenerangan seadanya, sampai di rumah juga, terpingkal2 dan bersedih hati, lalu terbahak2 kembali (sepertinya tadi waktu mau makan aku juga senyum2 sendiri… wha… jangan2 ada yang menatapku penuh selidik ya ???!!) setelah sempat pamer ke seberang pulau, yang ternyata nanti selasa baru ada… seorang kawan yang penasaran ku suruh saja sabar menanti, daripada diceritakan walah.. ngabis2in pulsa bae…
Dan begitulah… syahdan daku kena teluhnya Tuk Bayan Tula sehingga menelantarkan tugasku yang seharusnya ku kumpul esok harinya…
Hirata.hirata.hirata.hirata.hirata…. !!!
Meski bacaanku agaknya terkontaminasi karena visualisasi para tokoh di film-nya, dan ada beberapa orang yang enggan menonton demi agar berbagai imaginasi bisa dengan bebas berkelana (Rhoma Irama kale..), namun masing-masing, buku or film-nya… asyik … bukunya bikin aku berkhayal juga pingin ke Sorbonne, dan filmnya bikin aku jadi pingin ke pantai yang menghampar batu2 sebesar gajah… (bikin film gajah2 cinta.??!). Apakah segenap cerita didalamnya adalah kenyataan atau ada sedikit bumbu2nya, namun manusia favoritku tetap adalah Lintang..
Berakhir sudah penantiannya… sudah tamat bukunya Tonto.. the end. Game over.
(btw, tuan editor, kok ada kejanggalan tuh di halaman 258 …
kok tinggi badan bisa berkurang ya???)
Terlepas dari berbagai gossip dan komentar miring tentangnya, namun memang .. aku mengaku .. seorang Andrea, salute to you ..!! me-release buku pamungkas disaat demam laskar pelangi masih belum sembuh benar… aku pun terhipnotis, tak mau keduluan oleh orang lain tuk membacanya. Meski akhirnya masih menggantung sebetulnya, membuat orang masih berharap akan ada lagi sequel of tetralogi.. namun sudah, cukup segitu saja, tak usah ditambah lagi, karena pastinya orang bakal jenuh juga nantinya. Biar keempat bukumu saja yang bakal duduk manis, kisahnya terpatri di segenap gyrus2, untuk dikenang … (dan membuatku semakin penasaran tuk bisa memainkan biola!)
(satu lagi seorang kawan, ingin beli bukunya tapi urung sebab berpikir, pasti aku bisa dipinjami hehe..)
waduh… lama juga nih daku tak berkunjung… apakah sibuk, atau enggan? apa jangan2 laptopku lagi mbuat alergiku kambuh hingga tak kepingin kusentuh biar tak terjadi insiden terkapar hingga harus diseberangkan ke RSHS ?
wakakak…. plis deh.. don’t make remember that again…
yah, diedisi recovery ini akhirnya aku berhasil mengganti tampilan ikan2 yang lagi berkelana di lautan biru (frid, yang tampilan ini dah gak segar lagi, malah jadi suram ya..?), soalnya mengingatkan pada “insanity” atau apalah namanya games tentang ikan2 itu loh … walah kok jadi lupa aku..
sebetulnya, yang bikin aku lama gak nulis et causa modemku lagi sering ngadat, entah karena pulsanya yang suka seret atau laptopnya lagi lelet, trus kok jadi malas nyari hotspot… pelariannya sih emang ke warnet yang berjejeran di seputar jalaprang, yang sebetulnya lumayan cepet n nyaman jikasaja tidak berselimut oleh asap rokok… dan…satu lagi yang bikin idenya mampet is… warnet itu punya headset yang oke punya hingga konsentrasinya dirampok oleh sebuah website berjudul youtube… (ps. Tan, trims le ragazze-nya !!)
(hi… kira2 gimana tampang orang2 itu klo aku nyebar kuisioner tentang stop merokok disana yea..??!)
yawda, mumpung pulsaku lagi gendut, actually I have to read beratus inbox yang sempat terbengkalai berminggu2… (taela… serasa orang penting banget sech..)
ah.. gak lama2 amat kok… hanya beberapa jenak saja
beberapa saat out of the body experience, tak menapak jalan menuju rumah yang kini kembali berganti rupa, tergantung pada suasana hepar (btw right now diriku emang lagi moody banget — some of bad hair day maybe?)
it doesn’t matter … selama masih ada yang bisa diinginkan, selama masih ada yang jadi keinginan… (biarpun itu hanya sekadar mengganti theme of this new page..) jangan2 beberapa hari next ngganti tampilan lagi? gpp… someday memang hal2 yang terlalu sederhana tampak megah, or sebaliknya..
so right here right now, cos tetanggaku di ’sapujagat’ ini sudah mulai ngantuk… so l’d rather to go home now… another day, akan konsen tuk menjajal berbagai tema…
today, di puncaknya jalur mudik udara katanya, diriku cepat 6 jam tiba hehe… iya nih, soalnya estimasi jalanan macet, berangkatnya pagi2 biar gak kena imbas, ternyata yang namanya macet sama sekali gak ada (sampai2 tadi sepertinya saya berdoa semoga macet, biar perjalanannya bisa jadi lebih lama hehe..)
so, here l am right now di 2F, bermejakan troli yang ditumpukin koper biar bisa bagus kedudukannya laptop tuk browsing … earphone di telinga n hp jadi kalung (ribet lagi deh ama kabel2, kok hobi ya?), ntar aja baru check in… masih banyak waktu tuk dibuang kok… untung saja mereka lagi pada full batre.. jadinya bolehlah tuk ngusir suntuk … klo sudah pada tewas, kita kembali ke cara usir jenuh yang konvensional… mbaca buku!
sepertinya sudah mulai rame nih… di 1b laporan pandangan mata kerabat yang lagi antre katanya dah 50 menit dia disana antri belum masuk2 juga… disini, who knows… kan daku belum beranjak dari tadi, dapat posisi yang dah uenak hehe..
yawda… sekarang mo beres2 dulu, dah hampir jam 10.. mari kita menerobos kerumunan tuk pergi check in… say goodbye tuk meja darurat, kursi kayu yang keras, orang2 di sekelilingku yang sejak tadi sudah beberapa kali berganti rupa, ntar klo dah beres baru deh nyari sumber listrik…
kayanya ada yang baru nih… developernya tiba2 saja mengubah tampilan tanpa ngobrol2 ama empunya… jadinya hampir saja mengira bahwa ini salah rumah …
mendingan yang dulu deh kayanya… ntar ajha ah di desain ulang klo ada kesempatan n kemauan …
tadinya mau nulis apa ya ….
ini sudah hari h-6… menurut informasi di media cetak n elektronik sudah mulai meningkat nih arus mudik… terutama yang via darat… klo yang udara sih ntar senin katanya. pas diriku balik… apakah daku bakal terjerat dan tenggelam dalam arus itu? who knows ….
tapi beneran deh kayanya sekarang2 sudah rada sepi, kereta ekonomi yang saban malam ditumpangi ama sodaraku juga kabarnya dah mulai bersahabat… naek dari pasar minggu yang biasanya gak perlu berpegang pada apapun saking padatnya populasi sekarang dah tidak lagi, sudah mulai bisa duduk setelah 2 - 3 stasiun… (padahal pernah kapan itu ya aku berdiri-dari-stasiun-gondangdia-nanti-di-citayam-baru-duduk!)
besok sabtu ke bandung so pasti dah mulai padat di cipularang… ya..gpplah sekali2 ikut masuk pula dalam rangkaian hiruk pikuknya mudik… selama ini kan aku gak pernah merasakan mudik, ya kan..? nikmati sajalah… gak usah dibawa susah … gitu ajha kok repot…
tapi mungkin pada dasarnya memang saya adalah makhluk yang senang ama yg repot2 ya… diberi madu ngambilnya racun, diberi kemudahan malah menyongsong kesusahan …
yeah… that’s me… entah kapan baru bisa kapok, senantiasa membuat diri tersandung… let it flow …. everyday is a winding road !!!
pagi ini, setelah dengan terburu2 tinggalkan rumah et causa memburu deadline tiketku yang tinggal 2 jam menjelang daku beranjak — tau sajalah musim gini, berburu tiket bagi perantau yang pingin mudik adalah suatu keharusan — akhirnya setelah berojek ria dari gambir ke medan merdeka (idih … kan dekat, cuma persoalannya aku lagi ga niat berpetualang dengan menyasarkan diri hehe), dengan berlega hati akhirnya selembar print out yang berfungsi sebagai penentu kepulanganku berlebaran terpegang jua di tangan.
pulang kembali ke ‘jakarta coret’, dengan terpaksa memakai krl ekonomi cos yang semi ternyata pas berangkat saat aku sedang ngos2an mendaki tangga gondangdia (btw, it doesn’t matter, masih banyak kereta yang akan lewat — maka jangan salahkan bajaj yang mutar2 tanpa juntrungan hehe)
nah, yang membuat hari ini mesti kuceritakan settingnya di KRL …
jam 11.45, waktu penuh2 kereta siang, jadi dengan semangat yang teguh kukuh berlapis baja akupun dengan sigapnya mengatur posisi berdiri di hadapan sederetan lelaki yang sedang duduk manis.apa sebabnya dirimu berdiri disitu non? berharap ada yang menyodorkan kedudukannya padamu ? (ah, tahu aja akal bulusnya )
ternyata benar ada seseorang yang berdiri, tapi dia memberikannya tuk orang lain, yang lebih jauh lokasinya dariku!! whalah… kok sewot, terserah dia kan?
ternyata si gadis itu nemu tempat kosong lain yang lebih dekat dengannya, jadi sang lelaki kembali menempati singgasananya (padahal tadinya kan dia dah niat berdiri… kok tak memberinya padaku ya? apa daku terlihat begitu tahan banting tuk berdiri hingga 13 stasiun berikut????)
pff…. puasa non, puasa.. gak boleh jutek …
2 stasiun berlalu lagi… kali ini si target memberi pada seorang ibu paruh baya yang berdiri di belakangku …. (seharusnya aku bangga sebab ga diberi kursi, berarti secara tak langsung dia mengakui "ketangguhanku" hehe),but kali ini daku ga bete lagi …
8 stasiun berlalu … akhirnya yang di depanku trenyuh juga… memberiku kursi …
…..
dan berbagai godaan pun berseliweran, dari jeruk-mangga-apel-pir-jambu … semuanya tampak begitu ranum, tapi ada satu yang mbuatku be-refleks salivasi : strawberry
bulan puasa, bulan penuh berkah ..
baru 4 hari berlalu, pas meninggalkan "sarang" … ternyata di luar sana begitu banyak godaan ….
hwa …. akhirnya selesai juga my running exam… maksudnya ujian sambil berlarian hehe…
gimana tidak… ujiannya 2 hari berturut, everyday for 5 hours… dengan 5 item of lectures… (kebayang ga sech…), mana lagi flu berat, kepala puyeng cos hidung kadang mampet kadang hiperaktif … jadinya ujian mendominasi satu meja seorang diri dengan peralatan tempur lengkap : soft copy of UU n bahan kuliah yang bakalan di-analisis, satu pak tissue, segelas coklat panas, sebotol air mineral, permen, ipod,charger, dan … apa lagi ya? ow … kalkulator…dalam hp maksudnya hehe
…. psstt…. itu mau ujian atawa piknik???
gak skalian bawa keranjang makanan non??!!!
but it really so very long long day …
tapi ternyata waktu yang ada dipergunakan seefektif dan semaksimal mungkin….
maksudnya, waktu awal2 mengerjakan dengan sepenuh hati jiwa dan raga, diselingi dengan hot discuss… senyum2 sampai ketawa ketiwi … ada yang dah ngantuk, ada yang makan2, ada yang bolak balik ke kamar kecil… ada yang bersenandung, ada yang sibuk bertelepon, ada yang grasa grusu berseliweran ksana kmari (saling membandingkan kebijakan siapa yang paling bijak hehe..) pokoknya ada2 saja lagak dan laku para calon analisis dadakan ini hehe …
ujung2nya semua benang sinaps-nya dah pada kusut masai sehingga harus ‘diluruskan’..
but yah.. seperti badai yang pasti akan berlalu jua… maka akhirnya selesai juga …
klo anak SD habis ulangan, kan ada acara makan2nya sebelum terima rapor hehe …
so… here l am, mengikuti keinginan flu beratku untuk mencari kehangatan…. maka mari kita makan a very yummy corn soup di …. Djuanda 72…!!!
This afternoon, after I pass my lecture today, lecture about
the ‘verbentenis’ ….
I pass my feet go to another place that I never come it from
the third section of Bandung Trade Centre.. uh, I hope right here I can got
another hot spot area to make me available for reach another world …
Because for some lazy days fully one week, l just
accommodate my eyes to make some foolish game, like zuma, onet n bounce I mean…
it’s so crazy to make it although I know the capacity of my mioph gravior n my
very much duty that I have to make, but I just wasting time to make another
thing that unuseful …
How poor you …
so, right now here l am at the basement, share my table with a guy with the very big notebook… share an electrical source, without any word "excuse me" …
Bandung, Parijs van Java …. there’s so many spot here… n it’s so hot …hehe
Once more, argo gede…
Setelah bermaksud naik parahyangan namun apa daya karcis duduk dah habis… (ini hari senin gt loh..) mending nunggu 30 menit lagi, lumayan biar ga rasa grusu …
Sepertinya penampakanku kali ini begitu semrawut dengan tali temali. Hanging cord PDA di leher, cord of the earphone of my appleipod juga bergelantungan di leher, whalah, ntar malah diriku terbelit sendiri. Harus dirapiin biar penampilannya jadi lebih cool he…
Kostumku hari ini sepertinya dah ok. Bermanset yang dipadu dengan mini skirt warna terakotta (sekarang ternyata jadi warna favoritku) yang sebetulnya justru jadi tak terlihat karena tertutup jaket angkatanku yang berwarna hitam kelam dengan sedikit corak warna jingga…dengan shoes ‘penendang’ yang ada warna orangenya, dikit…
Ya, disinilah aku kini, meski duduk tak nyaman sebab harus berhadapan dengan wajah oriental yang berada tepat di depan mataku, (iya nih soalnya dia ternyata oke2 saja duduk menghadap ke belakang, padahal kan sebetulnya aku membutuhkan dudukan buat kakiku…) meski kursi di sebelah kami kosong, tapi kok dia tak pindah ke sebelahnya saja biar kaki kami jadi bisa diluruskan dan jadinya lebih nyaman? Sebenarnya aku bisa saja pindah duduk, namun tiga gadis rese yang lagi makan n nggosip dan sedari tadi memandangiku dengan ekor matanya ntar bisa ngintip dong apa yang lagi aku tulis hehe ….
Sudah dimana ya…? Jendela ku tutup karena silau, tadi sih masih sempat motret2 dikit view of cipularang…. Ternyata dah di plered ….
Wadaouw,,,, I forget one of my important thing di
bandung … apa itu gerangan? Titipan orang? Sikat gigi? Cosmetic case? Charger? Flashdisc? Kunci rumah? No …. Bukan itu, yang ini levelnya hanya setara dengan hp, laptop n dompet… guess what …. I forget my im2 modem …
Alamat bakalan bengong nih semingguan, klo pingin berhubungan dengan dunia luar berarti harus pake cara2 konvensional again … ke warnet bo’…
Yo
wis , mo gimana lagi… Cuma seminggu kok… biarlah, supaya bisa ngerjain tugas dengan penuh semangat tanpa harus ‘invisible’ hehe…
(bahkan buku yang ingin ku baca pun sama sekali tak terbawa….)
Yawda, ntar klo pingin posting, pake jeda deh… but gpplah … sekali2 …